adsense
Free Clock and Calendar
adsense

kehidoepan ajam kampoes

Anak ajam berlari kian kemari, tjiap tjiap tjiap. Indoek ajam menengok kiri dan kanan, matanja mentjari tanah gemboer, kaki kanannja mengais tanah mentjari barang satoe doea tjatjing tanah. Anak ajam berlari kian kemari, tjiap tjiap tjiap. Melihat sang iboe siboek mentjari makan, berlari kepadanja meminta bagian. Kakinja ikoet mengais tanah di sekitar tempat sang indoek ajam mentjari cacing tanah. Proses pembeladjaran. Melaloei koersoes mengais, tidak perloe mempeladjari morfologi dan etnologi tjatjing tanah. Sunnatullah. Berpoetar hingga anak ajam toemboeh mendjadi ajam-ajam dewasa dan meneloerken anak-anak ajam generasi berikoetnja.

Pemilik ajam memboeka pintoe roemah membawa mangkoek, berisi nasi-nasi sisa makanan jang moengkin tidak tahan disimpan, lebih baik dibagiken oentoek ajam-ajam peliharaannja. Dari hari ke hari beroebah sadja kelakoean ajam-ajam peliharaannja itoe. Di satoe ketika, ketika ia keloear dari roemah membawa semangkoek nasi sisa, segenap ajam-ajamnja berlarian ke sana kemari karena takoet akan kedatangan orang asing. Jadilah ia melemparken nasinja ke arah ajam-ajamnja. Nasi bertebaran ke sepenjoeroe halaman dan sang ajam berlarian ke sana ke mari mempereboetken boetiran nasi.Setelah beberapa hari, beberapa ekor ajam moelai mengenalinja dan setiap kali ia keloear membawa semangkoek nasi, ajam-ajam itoe poen berjalan pelan-pelan mendekat dan pemilik ayam coekoep menaboerken nasi-nasinja di satoe tempat. Beberapa ekor ajam hanya melihat dari kejaoehan, entah apa dalam fikiran para ajam itoe. Dengan kasih sayangnya, bagaimana poen ajam-ajam itoe adalah miliknja djoega, sang pemilik ajam melemparken beberapa sisa boetiran nasi jang tersisa di dalam mangkoek. Kadang beberapa ekor ajamnja menghilang, setelah sekian lama ajam terseboet kembali dan pemilik ajam dengan serta merta memeriksa apakah ada soeatoe jang koerang dengan ayamnya. Hari-hari berikoetnja, pemilik ajam tetap memperlakoekan ajam-ajam jang baroe kembali ini seperti ajam-ajam lainnja jang lebih soeka berpoetar-poetar di halaman roemah

Pemilik ajam dan ajam peliharaannja tidak lepas dari hoeboengan antara manoesia dan Allah, jang tidak hanja memiliki tapi djoega menciptaken. Sebagai pemilik, Allah tidak melepaskan manoesia begitoe sadja di moeka boemi. Disediaken-Nja kandang, disediaken-Nja makanan, disediaken-Nja penjaga oentoek mentjegah ganggoean dari moesang, oelar dan berbagai binatang lainnya. Itoelah Allah, disediaken-Nja boemi tempat kita hidoep, ditoeroenken-Nja rezeki agar kita bisa bertahan hidoep, dianoegerahken-Nja para nabi dan rasoel berserta kitab-kitab-Nja oentoek menjelamatken makhloek tjiptaan-Nja selama mereka hidoep di moeka boemi.

Banjak kesempatan Allah memberiken petoendjoek, bahwa pertolongan-Nja begitoe dekat, bahwa Dia tiada segan mendatangi hamba-Nja dengan kecepatan jang dikeloearken oleh sang hamba, bahwa Dia tiada bosan memberiken rezeki dan maaf, tiada memperbedaken. Seperti ajam dan peternaknja, jika kita mengenal Allah dengan baik maka tiada segan kita oentoek mendekatkan diri kepada-Nja. Seperti ajam dan peternaknja, dengan senang hati setiap saat Allah menoeroenken rezeki. Jika kita maoe mendekatken diri kepada-Nja, Allah dengan senang hari mengoeloerkan tangan-Nja memberiken rezeki kepada hamba-Nja. Djika kita menjaga jarak dengan Allah, menjaoehkan diri daripada-Nja, Allah tidak marah dan tetap memberiken rezekinja. Hanya sadja, kita menjadi haroes lari ke sana ke mari oentoek mempereboetken rezeki jang ditebarkan oleh Allah ke seloeroeh pendjoeroe doenia. Oentoek mendapatken rezeki jang sama mengenjangkannja, kita haroes mengeloearken tenaga jang lebih besar, boekan karena Allah tidak adil tetapi karena kita tidak maoe mendekatken diri kepada Allah.

Ajam, salah satoe oenggas tjiptaan Allah. Hidoepnja sederhana dan singkat, ada jang beroemoer sangat pendek karena ditoedjoeken sekedar menhasilken daging, ada jang hidoep tjoekoep lama dan menghasilken tjoekoep banjak teloerr, ada jang mendjadi ajam petaroeng dan namanja senantiasa diingat karena selaloe menang dalam berbagai persaboengan. Ada djoega jang hanja mendjadi ajam ajaman kampoes.Hidoep manoesia tidak djaoeh berbeda, tidak koerang dan tidak lebih. Allah sendiri mengatakan bahwa kita adalah makhloek-nja jang paling sempoerna, paling baik. Tidak patoet rasanja mendjalani hidoep kita hanja seperti ajam, tanpa soeatoe nilai lebih dari aqal dan hati jang membedakan.

Source: Wangsa Tirta Ismaya

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://junov.blogsome.com/2008/08/16/kehidoepan-ajam-kampoes/trackback/

  1. aJam tUh paAn gI???
    anEh…..

    tjapek deh ajam adjah gak tahoe,ajam tu sama dengan ayam taoe,tjuma akoe nolisnja pake edjaan bahasa lama.hehehehehehe
    tapi gak papa,jang penting dah maoe kasih koment,makasih banjak ja,akoe toengoe koment kamoe lagi

    Comment by restimoeddzzzz — August 19, 2008 @ 5:06 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.